*QFIA 2025 edisi kedua|Kelas terbuka pemikiran baru kecerdasan finansial
Pelajaran 30 - Penjelasan peluang IPO: Bagaimana cara memanfaatkan gelombang dividen saham baru?*
*2️⃣ Proses praktik: Selesaikan proses berlangganan dalam empat langkah*
*🎯 Baca prospektus (Prospektus): Temukan jadwal IPO di BEI (IDX) atau broker APP, dengan fokus pada kisaran harga penawaran, periode berlangganan, dan bisnis perusahaan*
*🎯 Buka akun dan setor dana: Ajukan aplikasi berlangganan melalui APP broker, dan disaat yang sama pastikan memiliki dana yang cukup di akun (misalnya, untuk berlangganan 1.000 lembar saham, maka memerlukan 1.000 x penawaran harga).*
*🎯 Menunggu hasil penjatahan: Hasil penjatahan akan diumumkan dalam 1-3 hari setelah masa berlangganan berakhir. Dana dari investor yang tidak mendapatkan penjatahan saham akan dikembalikan secara otomatis*.
*🎯 Pencatatan dan trading: Setelah mendapatkan jatah saham, saham baru biasanya dicatatkan untuk ditrading dalam waktu seminggu. Anda dapat memilih untuk menjualnya pada pencatatan hari atau memegang untuk jangka panjang*
*Pada saat yang sama, kita harus sangat memperhatikan fakta bahwa: tidak semua IPO menguntungkan. Tahun lalu, tiga saham baru di pasar Indonesia menembus penawaran harga perdananya saat pencatatan, bahkan satu saham anjlok hingga 25%.*
*Ketika berinvestasi di pasar primer, kekuatan utama tidak pernah berinvestasi secara gegabah pada saham baru. Sebaliknya, mereka menyaring berdasarkan tiga kriteria:👇👇👇*
*📌 Pelacak Industri: Ikuti kekuatan utama dan bertaruh pada sektor dengan pertumbuhan tinggi*
*Sektor IPO favorit para kekuatan utama seringkali adalah sektor yang didukung kebijakan + permintaan yang tinggi.*
*Misalnya, pada tahun 2023, IPO saham energi baru Indonesia mengalami peningkatan rata-rata 150%, karena didorong oleh dorongan pemerintah untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2060. Sebaliknya, IPO ritel tradisional hanya mengalami peningkatan rata-rata 20%, yang mencerminkan pertumbuhan industri yang lambat*.
*Tips penyaringan: Pada bagian analisis industri pada prospektus, periksa kata kunci seperti tingkat pertumbuhan tahunan di atas 15% dan kebijakan subsidi untuk menghindari penurunan industri.*
*📌Menghitung nilai valuasi: Menggunakan rasio P/E untuk menentukan apakah harganya murah*
*Rasio harga terhadap pendapatan (PE) dari harga IPO merupakan indikator kunci untuk menentukan apakah suatu IPO layak dibeli, misalnya:*
*Jika rasio PE suatu saham baru adalah 20 kali, sementara rata-rata industri adalah 30 kali -- under value, dan memiliki potensi kenaikan.*
*Jika rasio PE suatu saham baru adalah 40 kali, sementara rata-rata industri adalah 25 kali -- over value, dan memiliki risiko tinggi untuk menembus harga penerbitan*
📌*Periksa tingkat partisipasi kekuatan utama: Kelipatan lembaga langganan merupakan indikator yang baik.*
*Kekuatan utama lebih cerdas daripada investor ritel. Kelipatan langganan institusi (volume langganan institusi aktual ÷ volume alokasi yang direncanakan) semakin tinggi, maka semakin optimis kekuatan utama tersebut*.
*Kelipatan > 50 kali: Sangat optimis, dengan probabilitas tinggi peningkatan signifikan setelah pencatatan*.
*Kelipatan < 10 kali: tingkat minat kekuatan utama rendah, perlu waspada.*
*Misalnya, awal tahun ini, IPO saham logistik menunjukkan kelipatan langganan institusi sebesar 120, sementara tingkat keuntungan bagi investor ritel hanya 0,5%. Dan harga saham naik 120% di bulan pertama setelah Pencatatan -- inilah manfaat mengikuti kekuatan utama dalam berinvestasi di saham baru.*
*Siswa yang cermat mungkin telah memperhatikan bahwa jumlah IPO di pasar Indonesia telah menurun sebesar 40% tahun-ke-tahun selama enam bulan terakhir.*
*Meskipun banyak yang mungkin menganggap peluangnya lebih kecil, tapi bagi kekuatan utama, hal ini justru menjadi sumber kegembiraan.*
*Karena kelangkaan dana mempercepat konsentrasi dana ke target-target berkualitas tinggi, yang seringkali menandakan munculnya peluang pasar yang signifikan.*
*Untuk memahami apakah peluang lebih sedikit atau peluang yang lebih besar sedang fermentasi, pertama-tama kita perlu memahami alasan berkurangnya IPO*.
*QFIA telah merangkum tiga alasan utama penurunan IPO*:
*👉 Pengetatan pendanaan global: Kenaikan suku bunga Federal Reserve telah menyebabkan meningkatnya biaya pendanaan, dan perusahaan menunda IPO karena takut terkena penalti akibat harga yang terlalu rendah*
*👉 Menaikkan ambang batas pencatatan: Bursa Efek Indonesia (IDX) mewajibkan perusahaan untuk memiliki profitabilitas selama tiga tahun berturut-turut, yang menyaring banyak perusahaan dengan ekspektasi yang tidak realistis.*
*👉 Kekuatan utama menimbun saham terlebih dahulu: Perusahaan berkualitas tinggi lebih bersedia menggunakan pembiayaan ekuitas swasta Pra-IPO untuk memungkinkan kekuatan utama berpartisipasi dengan harga rendah, yang telah mengurangi jumlah IPO publik dan mengurangi proporsi investor ritel, yang mengakibatkan penurunan jumlah IPO publik dan proporsi investor ritel yang lebih rendah.*
*Dengan melihat alasan berkurangnya perilisan IPO, kita dapat melihat bahwa regulator bukannya tidak ingin memunculkan perilisan IPO; sebaliknya, mereka pada dasarnya memilih perusahaan-perusahaan terbaik*.
*Menurut model ekonomi makro QFIA, dari paruh kedua tahun 2025 - 2026, pasar IPO Indonesia akan mengalami tiga tren yang jelas, yang akan mendorong pertumbuhan struktural di pasar:*
*✅ Perusahaan berkualitas tinggi berbondong-bondong masuk ke pasar saham untuk mengisi kekurangan*
*Pengurangan IPO saat ini pada dasarnya disebabkan oleh perusahaan yang menunggu peluang. Dengan dimulainya siklus pelonggaran likuiditas global (diperkirakan dimulai pada Q4 2025), modal global akan mengalir kembali ke pasar negara berkembang. Perusahaan-perusahaan Indonesia yang telah mencatatkan laba selama tiga tahun berturut-turut dan telah memantapkan diri sebagai pemimpin industri akan berbondong-bondong masuk ke pasar saham.*
*✅ Kebijakan dividen menguntungkan perusahaan teknologi keras, dan IPO menawarkan potensi keuntungan yang signifikan.*
*Undang-Undang Peningkatan Industri yang direvisi pemerintah Indonesia, yang akan diterbitkan pada tahun 2025, menetapkan bahwa perusahaan IPO di sektor energi baru, semikonduktor, dan manufaktur kelas atas akan diberikan emisi pajak selama tiga tahun setelah pencatatan*.
*Ini berarti saham-saham baru ini dijamin mendapatkan keuntungan setelah pencatatan, yang mendorong antusiasme kekuatan utama*
*✅Arus masuk modal asing yang semakin cepat mendorong kenaikan premi IPO*
*Kepemilikan tunggal atas saham Indonesia telah turun dari 16% pada tahun 2024 menjadi 11%, tingkat terendah dalam sejarah.*
*Setelah modal kembali, investor asing akan memprioritaskan saham-saham baru dengan likuiditas yang baik dan pertumbuhan yang mapan.*
*Ketika modal asing alir kembali pada tahun 2017, rata-rata keuntungan hari pertama untuk IPO Indonesia mencapai 45%. Gelombang tahun 2025 diperkirakan akan menghasilkan premi yang lebih tinggi lagi.*
*Berdasarkan pemahaman saya, banyak siswa yang belum berpartisipasi dalam IPO sering kali memiliki pandangan seperti ini: merasakan tidak dapat menghasilkan uang besar dari IPO*
*Menurut saya, itu karena mereka belum melihat dividen sebenarnya dari IPO.*
*Secara historis, IPO berkualitas tinggi di pasar Indonesia dapat menghasilkan tiga jenis keuntungan:*
*🎈 Jaminan keuntungan di hari pertama pencatatan: rata-rata 30%-50%, jauh melampaui keuntungan di pasar sekunder.*
*Sejak 2016, saham baru di pasar IPO Indonesia dengan jumlah institusi pemesanan melebihi 50 kali telah mengalami kenaikan rata-rata 38% pada hari pertama, dengan 20% di antaranya mengalami kenaikan di atas 80%*.
*Inti dari keuntungan ini adalah selisih harga antara pasar primer dan sekunder.*
*Kekuatan utama membeli saham dengan biaya rendah di pasar primer, dan setelah pencatatan, investor ritel mengikuti tren, sehingga harga saham pun naik. Keuntungan ini bisa dikatakan hampir bebas risiko, tetapi syaratnya jika kamu bisa mendapatkan jatah sahamnya*
*🎈Dividen pertumbuhan pasca-IPO: bunga majemuk 3-5 kali lipat, mengalahkan spekulasi jangka pendek. Uang besar sesungguhnya berasal dari "kepemilikan jangka panjang*"
*Contohnya, IPO saham yang tercatat pada 8 Januari 2025: RATU*
*Harga buku: 1.150*
*Harga pencatatan hari pertama: 1.435*
*Laba pencatatan hari pertama: 24,8%*
*Namun, pada periode berikutnya, harga saham terus melonjak, dengan keuntungan tertinggi dibandingkan dengan harga publikasi mencapai +600% yang mencengangkan🚀🚀*
*Ambil contoh lagi saham IPO kami yang baru saja diriliskan -- CDIA*.
*Perilisan Tanggal: 9 Juli 2025*
*Harga buku: 190*
*Harga dalam pencatatan hari pertama: 256*
*Laba pencatatan hari pertama: 34,74%*
*Harganya terus melonjak sejak saat itu. Bahkan dengan callback hari ini, total keuntungan masih mencengangkan, yaitu profit +590% 🚀🚀*
*Inilah daya tarik utama IPO: kamu membeli saham perdana perusahaan yang sedang berkembang, dan bukan saham bekas di pasar sekunder*.
*Sama seperti kekuatan utama yang tata letak di putaran Pra-IPO, keuntungan mereka tidak pernah didasarkan pada selisih harga di hari pertama, melainkan pada memasukkan valuasi di masa mendatang.*
*Jadi karena tingginya keuntungan yang didapat dari IPO, bagaimana investor ritel dapat berpartisipasi?*
*QFIA juga telah merangkum tiga cara praktis untuk bersantai*
*🔸 Pengajuan berlangganan langsung: Menggunakan modal kecil + partisipasi yang terdiversifikasi untuk meningkatkan peluang menang*
*Investor ritel yang mengajukan berlanggan mendapatkan jatah saham IPO yang rendah (biasanya 0,5%-2%), tetapi mereka dapat menggunakan strategi beberapa akun + batas 30% untuk setiap berlangganan*.
*Misalnya, jika harga penerbitan saham baru adalah Rp1.200, dan kamu memiliki tiga akun, masing-masing memesan 30000 lembar saham (total modal Rp108 juta), peluang kamu untuk memenangkan jatah saham akan meningkat.*
*🔸Memanfaatkan dana IPO: Izinkan institusi yang membantu kamu menyaring + membantah saham*
*Indonesia memiliki 15 dana publik yang fokus pada strategi IPO. Dana publik ini dapat mengakses alokasi institusi (dengan tingkat keberhasilan lebih dari 30%) yang tidak dapat diakses oleh investor ritel, dan mereka menggunakan model profesional untuk menyaring target.*
*🔸 Pelacakan pembelian pasca pencatatan: Jika melewatkan kesempatan berlangganan IPO, masih ada gelombang peluang kedua*.
*IPO berkualitas tinggi sering kali mengalami callback setelah pencatatan (kekuatan utama mencuci pasar).*
*Mengapa saya menekankan di awal kursus ini bahwa jika tidak layout sekarang, maka akan menyesalinya nanti?*
*Karena inilah jendela kesempatan terakhir yang ditimbulkan oleh kelangkaan.*
*Kelangkaan pasar IPO saat ini menjadi pelindung bagi investor ritel*:
*Perusahaan-perusahaan sampah dihambat di luar pintu, sehingga mengurangi peluang kegagalan investasi kamu hingga 70%;*
*Dengan dana yang ditampilkan pada sejumlah kecil target, IPO berkualitas tinggi memiliki momentum kenaikan yang lebih besar*;
*Tingkat partisipasi investor ritel rendah (banyak yang masih pantau), justru meningkatkan kemungkinan mendapatkan jatah saham*
*Seperti halnya membangun bendungan sebelum pasang udara tiba, saat pasang udara, orang lain masih belum mencari perahu, tetapi kamu sudah berlayar dengan memanfaatkan potensi energi.*
*Keunggulan sebagai penggerak pertama inilah yang merupakan fondasi paling nyata untuk meraih keuntungan*



