*QFIA 2025 edisi kedua|Kelas terbuka pemikiran baru kecerdasan finansial
pelajaran 34 - Memahami alokasi aset: membuat investasi kamu jadi lebih kokoh*
*Minggu lalu, saya pergi membantu teman di koperasi dan menemukan alokasi dana mereka yang cukup menarik:*
*60% disimpan di bank sebagai "dana cadangan", 20% dipinjamkan kepada usaha kecil dengan bunga, 10% digunakan untuk membeli obligasi pemerintah, dan sisanya 10% disimpan untuk memberikan kesejahteraan bagi anggota*
*Saya bertanya kepada pengurusnya: bukankah terlalu merepotkan untuk membaginya seperti ini?*
*Dia tersenyum dan berkata: Musim hujan tahun lalu, banjir membuat banyak bisnis tidak mampu membayar utang. Untungnya, saya punya cukup uang di bank untuk perputaran, bisnis tahun ini lagi bagus, dan saya bisa mendapatkan lebih banyak dividen dari bunga obligasi dan pinjaman*
*Ini sebenarnya alokasi aset yang paling dasar.*
*Pertama, kita perlu memahami dulu apa itu alokasi aset❓*
*Secara sederhananya, alokasi aset seperti membangun kerangka kerja untuk keuangan rumah tangga*:
*š“Sebagian uang digunakan untuk bertahan hidup (seperti saham biasa dengan dividen tinggi dan obligasi pemerintah, yang nilainya tidak banyak turun);* *
*š”Sebagian uang digunakan untuk mendapatkan keuntungan (seperti saham block trade, saham IPO berkualitas tinggi, yang dapat naik secara signifikan);*
*š¢Sebagian uang digunakan untuk peluang (seperti saham ARR, yang memiliki potensi short term yang kuat tetapi juga mengalami fluktuasi).*
*Menurut saya: alokasi aset yang ideal seharusnya menyerupai potret keluarga tradisional Indonesia:*
*Ada orang tua yang bijak (saham dividen tinggi di pasar reguler),*
*Ada orang dewasa yang mapan (saham block trade, saham IPO),*
*Ada anak muda yang penuh energi (saham ARA).*
*✔️Kenapa alokasi aset lebih stabil daripada investasi saham tunggal?*
*Kita mempelajari pernah teori barel: Seberapa banyak air yang dapat ditampung dalam sebuah barel, tergantung pada papan terpendeknya*.
*Namun, berinvestasi pada satu saham itu seperti menuangkan semua air ke dalam barel yang hanya memiliki satu papan. Jika papan itu patah, semua air akan tumpah.
*✅Inti dari alokasi aset adalah diversifikasi resiko, seperti*:
*Saat hujan deras, saham regular bisa turun 10% (karena anak muda sakit);*
*Namun saat ini, emas dan obligasi seringkali naik (karena ada bantuan dari orang tua);*
*Ketika hujan reda, saham naik, dan aset beresiko tinggi dapat kembali berkinerja baik.*
*Kita harus memahami konsep ini saat berinvestasi*.
*Keunggulan alokasi aset: bukan tentang hasilkan uang yang banyak, melainkan penghasilan yang stabil dan jangka panjang*
*Ini seperti menyediakan asuransi tiga kali lipat untuk investasi:*
*Saat pasar saham Indonesia anjlok tahun lalu, siswa yang berinvestasi besar-besaran di saham regular mengalami kerugian 60%, setiap hari cemas sampai insomnia*
*Para siswa yang membuat alokasi, karena mereka memegang 60% saham block trade dan saham IPO, tidak hanya tidak mengalami kerugian, tetapi keuntungan mereka mengimbangi kerugian saham regular*
*Berinvestasi di satu saham saja seperti berjuang sendirian, sementara investasi portofolio adalah kerja sama tim; selalu ada rekan satu tim yang membantu kamu saat menghadapi tekanan.*
*Tren pasar berubah dengan cepat: terkadang saham ARA memimpin kenaikan, terkadang IPO meraup keuntungan, dan terkadang saham block trade diam-diam mendapatkan momentum*.
*Alokasi aset memungkinkan kamu mendapatkan keuntungan yang sama -- seperti warungnya Pak Adi, yang dapat menghasilkan uang baik itu musim puncak makanan cepat saji atau permintaan kebutuhan sehari-hari.*
*Peningkatan tertinggi COIN pernah mencapai +1500%. Ini berarti bahwa bahkan dengan investasi awal 10 juta, maka dapat memperoleh profit hingga 150 juta dalam waktu kurang dari dua bulan*.
*Ini adalah sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh saham regular dan saham dengan dividen tinggi.*
*3️⃣ Jaga mental yang stabil dan jangan gegabah*
*Banyak orang yang rugi besar, bukan karena sahamnya buruk, tetapi karena mental mereka yang rusak*
*Mereka panik dan menjual jika satu saham turun 5%, dan dengan rakus menambah kepemilikan mereka jika naik 5%.*
*Tetapi bagi mereka yang melakukan alokasi aset paham bahwa jika satu saham turun, saham lain mungkin naik, dan mereka tidak akan gegabah mengambil keputusan berdasarkan fluktuasi short term*
*Misalnya pelajaran minggu lalu tentang: contohnya saham ARA, saham IPO, dan block trade*
*Memanfaatkan ketiga jenis saham ini dengan baik dapat meningkatkan alokasi aset kamu secara signifikan.*
*Hanya dalam dua hari perdagangan saja, keuntungan lebih dari +50% tercapaiš, meskipun pasar ditutup dengan callback hari ini, tapi intraday memberikan banyak waktu untuk keluar dari posisi tinggi*
*šSaham IPO: Saham potensial mid term, pilih yang tepat dan akan mendapatkan bonusnya*
*IPO berkualitas tinggi memiliki keunggulan berupa popularitas bawaannya sendiri + perhatian institusi, seperti restoran online terkenal yang baru dibuka, yang seringkali memiliki antrian panjang di periode awal.*
*Peningkatan pasca-IPO saja mencapai puncaknya di angka +700%š, yang menghasilkan profit 7 kali lipat.*
*Yang patut diperhatikan, kenaikan profit ini dicapai dalam waktu kurang dari dua bulan.*
*š Saham block trade: Sebuah batu pemberat long term, jika memilikinya maka memiliki kepercayaan*
*Keunggulan saham block trade adalah dukungan institusi + margin keamanan yang tinggi. Layaknya fondasi rumah, saham ini dapat bertahan bahkan dari badai terdahsyat sekalipun*.
*Saham yang dibeli dengan harga diskon oleh institusi ibarat memiliki bantuan profesional untuk menavigasi pasar. Kemungkinan harganya jatuh di bawah harga institusi sangat rendah.*
*Tren pasar terus berubah: terkadang pertumbuhan lebih diunggulkan (saham ARA naik), terkadang nilai lebih diunggulkan (saham regular), terkadang saham baru sedang naik daun (IPO menghasilkan keuntungan), dan terkadang institusi lebih menyukai block trade (arbitrase diskon)*.
*Alokasi aset ibarat meletakkan telur di beberapa keranjang. Ke mana pun arah pasar bergerak, selalu ada satu kelas aset yang dapat bertahan, mencegah kerugian signifikan akibat beralih ke satu jenis aset.*





